Selasa, 21 Juni 2016

Kuliner khas Batak yang bernama Mi Gomak

Lidah terasa tertantang ketika teringat rekomendasi beberapa rekan tentang kuliner khas Batak yang bernama Mi Gomak. Soalnya, makanan yang berbentuk seperti spaghetti ini disebut-sebut tak boleh dilewatkan jika berkunjung ke sekitar Danau Toba.
 
Traveler bisa memulai perburuan kuliner Mi Gomak di sekitar obyek wisata Parapat yang terletak di tepi teluk di Danau Toba. Parapat masuk Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Waktu itu KompasTravel meliput Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba di Parapat, Simalungun dan Balige, Toba Samosir.
 
Di Pasar Tiga Raja, pasar tampak sangat ramai. Para pedagang ramai berjualan, tak jauh dari tepi Danau Toba. Suasana riuh menggetarkan gendang telinga. Harum ikan asin dan teri menusuk hidung.
 
Namun, warna Mi Gomak yang kemerahan dengan kuah santan serta telur belum terlihat batang hidungnya. Sempat terpikir, Mi Gomak mungkin susah ditemukan... Hingga seorang pedagang menyeletuk.
 
"Di sini jual mi gomak. Silakan," kata seorang ibu berbaju biru dengan celemek berwarna putih motif garis-garis. Rambutnya diikat rapi di belakang kepala.
 
Sang ibu penjual Mi Gomak itu bernama Lasman Ambarita (59), biasa disapa Ibu Mei. Ia sudah berjualan Mi Gomak di Pasar Tiga Raja sejak 20 tahun yang lalu.
 
Jualan di sini mulai jam enam pagi. Dulu belajar bikin Mi Gomak pas SMA. Ada sertifikatnya," ungkap Ibu Mei saat berbincang dengan KompasTravel.
 
Oh ya, Mi Gomak sendiri juga disebut-sebut spaghetti khas Tano (Tanah) Batak. Disebut Gomak (aduk-aduk) karena dulu cara pembuatan dan penyajiannya dilakukan dengan tangan telanjang. Mi diambil dari baskom besar menggunakan tangan, lalu diletakkan di piring, baru diberi kuah. 
 
Benar saja, ketika KompasTravel memesan Mi Gomak, Ibu Mei masih menyajikan dengan tangan telanjang namun dalam baskom kecil. Warna kemerahan Mi Gomak, lengkap dengan taburan bawang putih dan sayuran mewarnai piring.
 
Isi Mi Gomak ada tahu, kacang panjang, mie gomak, kuah, cabe, labu, kol, teri kacang. Biasanya Mi Gomak buat sarapan," jelasnya.
 
Mi Gomak disiram dengan kuah bersantan yang mirip gulai. Mi itu sendiri berdiameter lebih lebar dari ukuran spaghetti. Mi pada hidangan ini juga lebih panjang, kenyal, mudah diputus, dan asyik diseruput. 
 
Di lidah, kuah Mi Gomak terasa sedikit asin dan gurih. Aroma dan rasa andalimannya segar terasa.
 
Rasa pedas dari telur sambal juga menambah meriah rasa pada seporsi Mi Gomak. Namun ada baiknya Anda memesan Mi Gomak saat benar-benar lapar, karena porsinya sangat banyak!
 
Bagi KompasTravel, perburuan Mi Gomak di Tanah Batak ini tak sia-sia. Ternyata di Parapat sendiri, tak setiap hari warga lokal bisa menemukan Mi Gomak untuk disantap.
 
Di sini jual Mi Gomak cuma hari Selasa, Kamis di pasar dan Sabtu di depan rumah dan kalau Sabtu biasanya ramai, banyak pembeli yang datang.
 
Seporsi Mi Gomak dengan telur sambal buatan Ibu Mei dibanderol seharga Rp 8.000. Berada di tengah pasar, jangan bayangkan warung makan Ibu Mei bisa menampung lebih dari 20 orang.

Senin, 13 Juni 2016

Pulau Sarudik Di medan Miliki Pasir Putih yang Indah

Provinsi Sumatera Utara tepatnya di Kota Sibolga Pulau Sarudik memiliki salah satu pulau wisata andalan yang terletak di Kecamatan Sibolga Sambas. Pulau ini juga dikenal dengan nama Pulau Sarudut dan banyak dikunjungi oleh wisatawan pada akhir pekan dan hari-hari libur. Para pengunjung biasanya berasal dari masyarakat sekitar yang ingin melepaskan penat setelah bekerja.
Pulau ini memiliki pantai berpasir putih yang indah. Di sekitar pantai Pulau Sarudik ini terdapat vegetasi berupa pohon kelapa dan bakau. Di pantai ini kita dapat bermain air sepuasnya sambil menikmati panorama alam dari Teluk Sibolga. Selain itu, memancing merupakan kegiatan lain yang bisa kita lakukan di sini. Di pulau ini pula berbagai kapal boat diperbaiki dan direkonstruksi. 
Bagi yang suka fotografi, hal tersebut bisa menjadi salah satu obyek foto yang menarik selain pemandangan alam di pulau dan pantainya. Beberapa penjual makanan khas Sibolga juga bisa Anda jumpai di tempat ini. Sedangkan untuk penginapan bisa didapatkan di pusat kota Sibolga.
Pulau Sarudik berjarak sekitar tiga kilometer dari pusat kota Sibolga. Untuk menuju ke pulau ini bisa menggunakan kendaraan darat baik pribadi, sewaan ataupun umum.
Dari kota Sibolga langsung menuju ke Pelabuhan Sambas. Nah, dari pelabuhan ini kita bisa menyewa sampan atau speed boat yang disewakan oleh para nelayan. Harga yang dikenakan tergantung kesepakatan dengan nelayan setempat.